Selasa, 15 Oktober 2013
entah harus saya sebut kalian saudara atau musuh saya?
Saya seolah buta, seolah bisu dan seolah tuli sehingga saya diam. Apa pantas seorang keluarga mencaci maki keluarganya hanya karena belum bisa membayar utang piutang, karena mereka pun sedang mengalami kesusahan. Bagai orang jatuh tertimpa tangga dan tertimpa kelapanya pula. Saya akan selalu ingat perlakuan anda mencaci maki, meludahi sampai menyakiti hati kedua orangtua saya. Saya mau kalian semua yang menyaksikan kelak kesuksesan saya akan hadir. Saya hanya bisa menahan tangis. Masih mungkinkah anda saya sebut sebagai saudara? Ataukah musuh?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar